Benny Tjoeng - Presiden Direktur 

Warga Negara Indonesia

Bapak Benny Tjoeng, berusia 61 tahun, warga negara Indonesia, pertama kali diangkat sebagai Presiden Direktur Perseroan berdasarkan hasil keputusan RUPST pada tahun 2009 dan diangkat kembali menjadi Presiden Direktur Lonsum berdasarkan RUPST tahun 2010, 2013, 2016 dan terakhir diangkat kembali pada tahun 2019.

Beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama di beberapa entitas anak Perseroan. Karir beliau berawal sebagai Senior Auditor di SGV Prasetio Utomo Co (1984-1989), untuk selanjutnya bergabung dengan PT United Tractors Tbk sebagai Kepala Departemen Akuntansi (1990-1993) dan menjabat sebagai Kepala Divisi Akuntansi dan Anggaran di PT Astra International Tbk (1993-1996). Selanjutnya beliau menjabat sebagai Direktur di PT Astra Grafia Tbk (1996-1997), menjadi Direktur di PT Astra Agro Lestari Tbk dan memangku berbagai jabatan Komisaris di beberapa anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk (1996-2000). Beliau kemudian diangkat menjadi Wakil Presiden Direktur di PT Astra Agro Lestari Tbk (2000-2005). Sebelum bergabung dengan Lonsum, jabatan terakhir beliau adalah Presiden Direktur di PT Astra Sedaya Finance (2005-2008).

Bapak Benny Tjoeng lulus Sarjana Muda Akuntansi di Akademi Akuntansi Jayabaya dan meraih gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Keuangan di Universitas Indonesia. Di tahun 2019, beliau berpartisipasi dalam berbagai program pelatihan, workshop dan seminar, termasuk “Update on New Indonesian Financial Accounting Standards” pada tanggal 22 Juli 2019, “Indonesia Economic Outlook 2020” pada tanggal 13 Agustus 2019 dan “Update on Indonesia’s Economic Outlook 2020” pada tanggal 9 Desember 2019.

Bapak Benny Tjoeng tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi lainnya dan pemegang saham utama Lonsum.

 


 

Tan Agustinus Dermawan - Wakil Presiden Direktur I

Warga Negara Indonesia


Bapak Tan Agustinus Dermawan, berusia 57 tahun, warga negara Indonesia, pertama kali diangkat menjadi Wakil Presiden Direktur I Perseroan berdasarkan hasil keputusan RUPST pada tahun 2015 dan diangkat kembali berdasarkan RUPST tahun 2016 dan terakhir diangkat kembali pada tahun 2019.

Bapak Tan Agustinus Dermawan juga menjabat sebagai Direktur di PT Salim Ivomas Pratama Tbk (“SIMP”) (2004-sekarang) dan beberapa entitas anak Perseroan. Sebelumnya beliau pernah bekerja sebagai Senior Auditor pada Kantor Akuntan Drs. Hans Kartikahadi & Co. - Registered Public Accountant (1984-1989), Funding Supervisor di Grup Sadang Mas (1989-1991), Funding Manager (1991-1992) dan Assistant Vice President - Funding (1992-1996) serta Vice President - Accounting (1996-2013) di Grup Salim Plantations.


Bapak Tan Agustinus Dermawan meraih gelar Sarjana di bidang Akuntansi dari Universitas Tarumanagara di Jakarta pada tahun 1988.

Di tahun 2019, beliau berpartisipasi dalam berbagai program pelatihan, workshop dan seminar termasuk “Update on New Indonesian Financial Accounting Standards” pada tanggal 25 Juli 2019 dan “Update on Indonesia’s Economic Outlook 2020” pada tanggal 9 Desember 2019.


Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris dan Direksi lainnya namun memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham utama Perseroan.

 


 

Tio Eddy Hariyanto - Vice Wakil Presiden Direktur II

  Warga Negara Indonesia

Bapak Tio Eddy Hariyanto, berusia 60 tahun, warga negara Indonesia, pertama kali diangkat sebagai Direktur berdasarkan hasil keputusan RUPST tahun 2010 dan sebagai Wakil Presiden Direktur II berdasarkan keputusan RUPST Perseroan pada tahun 2013, 2016 serta sebelumnya menjabat sebagai Chief Operational Officer Sumatera Selatan pada tahun 2018 dan terakhir diangkat kembali menjadi Wakil Presiden Direktur II berdasarkan keputusan RUPST Perseroan pada tahun 2019.

Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Direktur ICBP (2018-sekarang). Beliau mengawali karirnya sebagai Representative Officer di PT Pakarti Sampurno (1983-1985) dan selanjutnya menjabat sebagai Manajer Operasional di CV Multi Connection (1985-1989). Pada tahun 1989, beliau bergabung di Badan Operasi Bersama dari PT Arfak Indra dan PT Wenang Sakti yang bergerak di bidang Konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dengan posisi terakhir sebagai Direktur Operasional & Produksi (1996-2003).

Bapak Tio Eddy Hariyanto memperoleh gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Kristen Indonesia di Jakarta pada tahun 1983. Di tahun 2019, beliau berpartisipasi dalam berbagai program pelatihan, workshop dan seminar, termasuk ”Indonesia’s Economic Outlook 2020” pada tanggal 13 Agustus 2019 dan “Update on Indonesia’s Economic Outlook 2020” pada tanggal 9 Desember 2019.


Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi lainnya, tetapi memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham utama Perseroan.
 


 

Johnny Ponto - Direktur

Warga Negara Indonesia

Bapak Johnny Ponto, berusia 58 tahun, warga negara Indonesia, pertama kali diangkat menjadi Wakil Presiden Direktur II Perseroan berdasarkan hasil keputusan RUPST Perseroan pada tahun 2018 dan terakhir diangkat menjadi Direktur Perseroan berdasarkan hasil keputusan RUPST Perseroan pada tahun 2019.

Bapak Johnny Ponto juga menjabat sebagai Direktur PT Salim Ivomas Pratama Tbk (“SIMP”) (2009-sekarang) dan di beberapa entitas anak SIMP. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Manajer Akuntansi di PT Borsumij Wehry Indonesia (Retail Division) (1989-1990), Manajer Umum dan Administrasi di PT Indomiwon Citra Inti (1991-2000), Manajer Konsolidasi Keuangan di PT Intiboga Sejahtera (2001-2004) dan Direktur PT Bitung Manado Oil Industry dan PT Sawitra Oil Grains (2004-2006).

Bapak Johnny Ponto meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Tarumanagara di Jakarta pada tahun 1990.

Di tahun 2019, beliau berpartisipasi dalam berbagai program pelatihan, workshop dan seminar termasuk “Update on New Indonesian Financial Accounting Standards” pada tanggal 25 Juli 2019 dan “Update on Indonesia’s Economic Outlook 2020” pada tanggal 9 Desember 2019.

Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris dan Direksi lainnya tetapi memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham utama Perseroan. 


 

Joefly J. Bahroeny - Direktur

Warga Negara Indonesia

Bapak Joefly Joesoef Bahroeny, berusia 63 tahun, warga negara Indonesia, menjabat sebagai Direktur Perseroan berdasarkan hasil keputusan RUPSLB pada tahun 2007 dan diangkat kembali menjadi Direktur Perseroan berdasarkan RUPST tahun 2010, 2013, 2016 dan terakhir diangkat kembali pada tahun 2019, sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Perseroan berdasarkan hasil keputusan RUPSLB pada tahun 2004.Beliau juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) (2015-sekarang).

Bapak Joefly Joesoef Bahroeny lulusan Universitas New South Wales, Sydney, dan meraih gelar Magister Management Agrobusiness dari Universitas Sumatera Utara, Medan. Di tahun 2019, beliau berpartisipasi dalam berbagai program pelatihan, workshop dan seminar, termasuk, “Indonesia Economic Outlook 2020” pada tanggal 13 Agustus 2019 dan “Update on Indonesia’s Economic Outlook 2020” pada tanggal 9 Desember 2019.

Bapak Joefly Joesoef Bahroeny tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi lainnya dan pemegang saham Lonsum. 


Alamsyah - Direktur

Warga Negara Indonesia

Bapak Alamsyah, berusia 51 tahun, warga negara Indonesia, pertama kali diangkat dan terakhir diangkat sebagai Direktur berdasarkan keputusan RUPST Perseroan pada tahun 2019. Sebelum diangkat sebagai Direktur, beliau pertama kali diangkat sebagai Komisaris berdasarkan keputusan RUPST Perseroan pada 2018.

Beliau juga menjabat sebagai Komisaris di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (“ICBP”) (2009-sekarang), PT Cyberindo Aditama, dan sebagai Direktur PT Lajuperdana Indah (2005-sekarang). Sebelum pengangkatannya sebagai Komisaris ICBP, Bapak Alamsyah pernah menjabat sebagai Senior Corporate Finance Manager PT Net Sekuritas, Corporate Finance Manager Indocement (1996-2002) dan Auditor Senior PT Inti Salim Corpora (1992-1996).

Bapak Alamsyah meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Katolik Parahyangan di Bandung.


Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi, Dewan Komisaris lainnya, tetapi memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham utama Perseroan.